Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM

Menggambar Cerita, Melestarikan Budaya

Menggambar Cerita, Melestarikan Budaya

Ketika Cerita Rakyat Terancam Hilang oleh Zaman
Di balik derasnya aliran Sungai Wampu yang membelah wilayah Kabupaten Langkat, tersimpan beragam cerita rakyat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Cerita-cerita tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan, identitas budaya, serta cerminan nilai-nilai kehidupan masyarakat masa lalu.

Namun, perkembangan zaman membawa tantangan baru bagi keberlangsungan tradisi lisan tersebut. Perubahan gaya hidup, berkurangnya jumlah penutur, serta minimnya dokumentasi menyebabkan banyak cerita rakyat mulai terlupakan. Jika tidak segera dilakukan upaya pelestarian, berbagai warisan budaya yang berharga itu berisiko hilang bersama generasi yang masih menyimpannya.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim peneliti dari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan (Unimed) melakukan sebuah langkah konkret melalui penelitian yang berfokus pada rekonstruksi dan dokumentasi cerita rakyat di sepanjang Sungai Wampu.
Pada tanggal 9–10 April 2026, tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Muharrina Harahap, S.S., M.Hum., dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unimed melaksanakan observasi lapangan di Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian berjudul “Rekonstruksi dan Internasionalisasi Cerita Rakyat Sungai Wampu melalui Cergam Berbahasa Indonesia” yang didukung oleh Program Dana Indonesiana.
Penelitian tersebut melibatkan sejumlah dosen dan mahasiswa dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unimed. Selain Dr. Muharrina Harahap sebagai ketua tim, penelitian ini juga melibatkan Heny Anggreini, M.A., Jakaria, S.S., M.A., Ita Khairani, S.Pd., M.Hum., Anggia Putri, S.Pd., M.Pd., serta Arina Damayanti, S.Hut., M.Sc.
Selain para dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa. Mahasiswa yang turut berpartisipasi antara lain Nila Angita Nasution, M. Sholeh Sihombing, Tri Widya Andini, Naina Ikhdina Hapiz, Muhammad Rajali, dan Kayla Anindya Nasution.
Melalui kolaborasi antara akademisi dan mahasiswa, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan dokumentasi budaya yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas.
Salah satu keunikan dari penelitian ini adalah pendekatan yang digunakan untuk memperkenalkan kembali cerita rakyat kepada masyarakat modern. Hasil rekonstruksi cerita rakyat tidak hanya akan didokumentasikan dalam bentuk tulisan ilmiah, tetapi juga dikemas menjadi cerita bergambar (cergam) berbahasa Indonesia yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
Pemanfaatan media visual dipandang sebagai strategi yang efektif untuk menjembatani warisan budaya tradisional dengan generasi muda yang akrab dengan teknologi dan media digital. Melalui format yang lebih komunikatif, cerita rakyat Sungai Wampu diharapkan dapat menjangkau pembaca yang lebih luas, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus dilakukan dengan cara-cara konvensional. Inovasi dalam penyajian menjadi salah satu kunci agar budaya tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Selama pelaksanaan riset lapangan, tim peneliti melakukan serangkaian wawancara mendalam dengan masyarakat, tokoh adat, dan budayawan lokal yang dianggap memiliki pengetahuan mengenai cerita rakyat yang berkembang di kawasan Sungai Wampu.
Proses pengumpulan data dilakukan secara langsung untuk memperoleh informasi yang autentik dan mendalam. Tim peneliti tidak hanya berfokus pada Desa Stabat Lama, tetapi juga mengunjungi beberapa desa lain di Kabupaten Langkat, seperti Desa Mancang dan Desa Perhiasan.
Melalui interaksi dengan para informan, tim berupaya menggali berbagai kisah, legenda, mitos, serta nilai-nilai budaya yang masih tersimpan dalam ingatan masyarakat. Langkah ini menjadi sangat penting karena sebagian besar cerita tersebut belum pernah terdokumentasikan secara tertulis.
Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya merekam cerita, tetapi juga menyelamatkan memori kolektif masyarakat yang selama ini diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.
Pelaksanaan penelitian mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Kepala Desa Stabat Lama, Muhammad Rasyid, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut dan menyambut baik kehadiran tim peneliti di wilayahnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah Kecamatan Wampu, termasuk camat, pengurus PKK, serta masyarakat setempat yang turut membantu kelancaran proses penelitian. Kehadiran berbagai pihak dalam mendukung kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal. Tanpa dukungan dari masyarakat sebagai pemilik budaya, proses dokumentasi dan revitalisasi tentu tidak dapat berjalan secara optimal.
Lebih dari sekadar kegiatan akademik, penelitian ini memiliki visi yang lebih luas. Cerita rakyat yang berhasil direkonstruksi nantinya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia internasional.
Cerita rakyat merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang mengandung nilai sejarah, moral, spiritual, dan sosial. Ketika dikemas dengan baik dan diperkenalkan melalui berbagai media, cerita-cerita tersebut berpotensi menjadi instrumen diplomasi budaya yang memperkuat citra Indonesia di mata dunia.
Melalui cerita rakyat, masyarakat internasional dapat mengenal cara pandang, tradisi, serta identitas budaya masyarakat Indonesia yang beragam. Oleh karena itu, upaya dokumentasi dan internasionalisasi cerita rakyat Sungai Wampu menjadi langkah strategis dalam memperluas apresiasi terhadap budaya Nusantara.
Pelestarian budaya bukan hanya tentang menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga tentang memastikan bahwa generasi mendatang tetap memiliki akses terhadap akar identitas mereka. Cerita rakyat yang selama ini hidup di sepanjang Sungai Wampu merupakan bagian penting dari kekayaan budaya yang layak untuk terus diwariskan.
Melalui penelitian yang dilakukan oleh tim Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan, harapan untuk menyelamatkan cerita rakyat yang nyaris terlupakan semakin terbuka lebar. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah daerah, dan dunia akademik, warisan budaya tersebut tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.
Pada akhirnya, setiap cerita rakyat yang berhasil didokumentasikan adalah satu langkah penting dalam menjaga keberlanjutan identitas budaya bangsa. Sungai Wampu tidak hanya mengalirkan air bagi masyarakat di sekitarnya, tetapi juga mengalirkan sejarah, nilai, dan cerita yang layak untuk terus hidup sepanjang zaman.