Proyek ini sejalan dengan semangat Pemajuan Kebudayaan yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan. Melalui proses dokumentasi dan rekonstruksi yang bersifat partisipatif, kegiatan ini berupaya memastikan bahwa warisan budaya lokal—dalam hal ini Legenda Sungai Wampu—dapat diakses, dipahami, dan diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
Nilai inklusivitas tercermin dalam pelibatan komunitas lokal sebagai sumber pengetahuan utama, sedangkan harmoni terwujud melalui upaya integratif antara tradisi lisan masa lalu dan medium visual-literer kontemporer yang lebih relevan bagi generasi muda. Aspek keberlanjutan diwujudkan melalui pelestarian narasi budaya dalam bentuk dokumentasi yang sistematis serta penyajiannya melalui media yang mampu menjangkau lintas generasi.